Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali –┬áBali adalah salah satu pulau indah yang menjadi tujuan dari para wisatawan baik dari wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Hampir semua tempat yang ada di bali adalah tujuan wisatanya, termasuk keindahan dari rumah adat Bali.

Rumah adat yang ada di pulau Bali terpengaruh oleh agama Hindu, ini terjadi karena agama Hindu adalah agama mayoritas yang ada di bali. Tidak perlu lama-lama marilah kita mengenal lebih dalam dari rumah adat yang istimewa ini.

Nama Rumah Adat Bali

Nama dari rumah adat pulau Bali adalah Gapura Candi Banter salah satu keunikan dari rumah adat ini adalah segi filosofinya yang tetap terjaga hingga sekarang.

Hal ini tidak bisa lepas dari kesadaran masyarakat jika menjaga warisan leluhur adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Kesadaran inilah yang mengakibatkan kita bisa melihat seluruh bangunan yang ada di Gapura Candi Banter.

Keunikan yang lainnya adalah dari segi bangun, yang tidak hanya satu bangunan tapi terdiri dari beberapa bangunan yang menjadi satu kesatuan. Jika kita perhatikan maka ciri-ciri dari rumah adat Bali adalah sebagai berikut.

  • Mempunyai bangunan-bangunan yang banyak dan terpisah-pisah.
  • Pada dinding bangunan dan pagarnya memiliki ukiran yang indah dan serat akan makna.
  • Bentuknya persegi 4 atau panjang.
  • Mempunyai 3 macam bangunan yakni Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.
  • Pintu masuk bernama Gapura Bentar.

Fungsi dan Nama Bangunan Rumah Adat Bali

Tadi sudah kami jelaskan jika rumah adat Gapura Candi Bentar adalah rumah adat yang terdiri dari beberapa bangunan, dan bangunan ini memiliki fungsi sendiri-sendiri, begitu juga dengan nama-namanya. Berikut akan kami jelaskan nama-namanya,

1. Angkul-angkul

Angkul-angkul merupakan pintu masuk dari rumah adat Bali, bentuknya hampir sama dengan gapura bentar, tapi memiliki atap yang menyatu antara kedua sisinya.

2. Aling-aling

Merupakan bangunan untuk ibadah atau tempat suci, memiliki aura positif sehingga dipercaya bisa memberikan aura positif pada rumah adat Bali. Posisinya adalah pembatas antara Angkul-angkul dan halaman rumah.

3. Pura Keluarga

Ini merupakan tempat ibadah untuk keluarga, posisinya adalah di bagian timur laut dari rumah adat. Hampir semua rumah adat di Bali memiliki bangunan ini, untuk beribadah bersama keluarga.

4. Bale Manten

Bale manten adalah ruangan khusus untuk para anak gadis keluarga, khususnya anak yang belum menikah akan berada di sini. Letaknya di sebelah utara dari rumah adat.

5. Bale Dauh

Bale dauh memiliki fungsi sebagai tempat untuk menerima tamu-tamu keluarga atau biasa disebut sebagai ruang tamu. Tapi terkadang bale ini juga digunakan untuk tempat tidur para remaja laki-laki di keluarga yang tinggal di rumah adat tersebut.

6. Bale Sepakat

Bale sepakat memiliki fungsi sebagai tempat santai keluarga, bentuknya hampir sama dengan gazebo dengan 4 tiang penyangga. Anda bisa bersantai dengan keluarga tanpa adanya gangguan.

7. Bale Gede

Bangunan ini memiliki lantai yang lebih tinggi daripada bangunan lainnya, hal ini terjadi karena pada bangunan ini biasa dilakukan upacara adat bersama keluarga. Ukurannya juga besar, memiliki 12 tiang.

8. Klumpu atau Jineng

Bangunan ini memiliki fungsi untuk menyimpan persediaan makanan bagi anggota keluarga.

9. Pawarengan

Pawarengan merupakan dapur jika di ibaratkan rumah biasanya, bangunan inilah yang memiliki fungsi seperti dapur, letaknya tidak jauh dari jineng. Karena semua bahan makanan ada di bangunan Jineng tadi.

Rumah adat Bali memiliki nilai estetika yang tinggi, sehingga bangunannya menarik minat wisatawan. Hal inilah yang mengakibatkan Rumah adat di buka juga untuk tempat wisata.